Posted on

It Makes You Scare About The ‘Jumping’ But It’s All Predictable. Review of “Paranormal Activity 4”

Teknik found footage lagi-lagi jadi hype di perfilman Hollywood, apalagi dengan genre horor dan thriller menjadi jualan utama untuk menambah kengerian penonton sewaktu menonton film itu. Pertama kali, film found footage dibuat ada di film “Cannibal Holocaust” (1980) dengan kesadisan penuh eksplisit di film ini tapi sampai sekarang dicari oleh penggemar film gore. Kesuksesan itu juga melahirkan film “The Blair Witch Project” (1999) yang pada awalnya tertipu karena itu adalah kejadian nyata karena menampilkan wawancara di sebuah acara TV (sebelum film itu rilis) yang mengaku anggota keluarganya hilang, padahal itu adalah viral marketing untuk mempromosikan film ini, tapi tertipu pun penonton merasa puas karena walaupun horor tapi menampilkan cerita yang bagus serta kengerian yang luar biasa bikin kaget. Sekarang, ada “Paranormal Activity” film berbudget sangat kecil tapi menjadi box office hits karena bukan ‘penampakan’ yang jadi jualan tapi fenomena layaknya ‘uji nyali’ yang membuat film ini punya nilai plus. Kesuksesan itu menjadikan sequel yang sekarang sudah masuk angka 4. Are we still scare to watch this?

Sekuel kali ini menceritakan 5 tahun sejak insiden di film “Paranormal Activity 2”, ketika Katie dan keponakannya, Hunter, hilang. Sebuah keluarga yang tampak baik-baik saja harus menghadapi fenomena gaib sejak kedatangan anak kecil yang menginap di rumahnya bernama Robbie. Keluarga itu terpaksa menerima Robbie yang tinggal di seberang rumah mereka karena ibunya masuk rumah sakit. Suara-suara mengganggu sampai kekerasan fisik yang nggak lazim dialami keluarga itu dan sepertinya incaran utamanya adalah Wyatt, anak kecil yang merupakan anak paling kecil di keluarga itu.

Okay, here’s the review. “Paranormal Activity” 1 dan 2 memang diakui bagus dan nggak terkesan scripted. Itu yang membuat film ini mempunyai nilai lebih untuk sebuah film horor yang menegangkan. Masuk ke “Paranormal Activity 3” yang merupakan prequel, walaupun ada bagian yang membuat kita ketakutan, tapi sudah terlihat kalau itu scripted, nggak ada lagi kejutan-kejutan seru seperti film pertamanya. Yang ke-4 ini justru lebih biasa saja, banyak adegan yang hanya mengagetkan tapi semua adegan sampai akhir bisa diprediksi, dan nggak ada kejutan-kejutan lainnya yang membuat film ini seperti horor ‘garing’. Walaupun teknik pengambilan kameranya nggak hanya handycam saja dan menggunakan kamera laptop, tetap saja masih kurang menggigit untuk sebuah film horor.

Overall, film yang biasa saja dan tetap akan dibuat sequel nya. Kalau yang belum menonton film ini, siap-siap kecewa tapi begitu filmnya selesai jangan beranjak dulu dari kursi kalian karena ada post credit scene selama 30 detik yang berbahasa Spanyol.

Advertisements

About MovTastic

Blog yang membahas semua review, news, dan upcoming movie khusus yang ber-genre fantastic. Fyi, Fantastic Genre adalah film-film yang ber sub-genre Horror, Thriller, Sci-Fi, Anime, Slasher, Gore, Action, dan Fantasy. MovTastic is your guide to fantastic genre movie. About The Creator: Diaksa Adhistra Nugroho biasa dipanggil Diaksa atau Didi, sebenarnya memang hobi nonton film dari SD. Semua film dihajar untuk ditonton di bioskop, tapi walaupun semua film ditonton (kecuali film horor mainstream vividsm yang lagi marak), dia paling hobi nonton genre Fantastic (Sci-fi, horor, thriller, gore, action, dan anime length feature). That's why dia membuat blog ini karena kepuasan dia untuk membuat review film khusus bergenre itu karena jarang sekali dibuat. Keseharian-nya adalah seorang reporter yang sedang merintis karir. Dia bukan kritikus dan nggak mau dibilang kritikus karena bukan expert di bidang film, he's just a movie reviewers and also movie reviewers. Diaksa juga punya satu misi: ingin menulis buku dan nulis skenario film. Boleh follow twitter-nya di @diaksaadhistra atau Facebooknya: www.fecebook.com/diaksa.adhistra

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s