The First Look Of “Carrie”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Entertainment Weekly baru saja publish still photo pertama Chloe Grace Moretz sebagai Carrie White di film terbaru besutan sutradara Kimberly Peirce (Boys Don’t Cry). Diadaptasi dari novel berjudul sama karya Stephen Kings, film thriller-horror yang akan rilis tahun 2013 ini sudah pernah difilmkan sebelumnya di tahun 1976, “Carrie“, yang disutradarai oleh Brian De Palma dengan bintang Sissy Spacek sebagai Carrie White dan Piper Laurie sebagai Margaret White (ibu dari Carrie). Entertainment Weekly juga menampilkan still photo pertama Julianne Moore sebagai Margaret White yang religius dengan penuh rasa penasaran, apakah akan lebih bagus atau bisa menyamai pakem dari film pertamanya.

Bercerita tentang Carrie White, seorang remaja yang sering di bully di sekolahnya karena dianggap aneh. Carrie dibenci semua teman-teman sesama cewek di sekolahnya. Sampai pada akhirnya waktu saat prom tiba, Carrie yang pada puncak kemarahannya karena bully dari teman-temannya itu berujung pada musibah yang bisa mengakhiri semua nyawa yang ada di sekolahnya itu, termasuk semua temannya. Well, what do you think? Seram yang mana pembawaan Carrie dan Margaret di film pertamanya atau yang versi baru? You decide, and set the date of this film release, March 15th 2013.

A Brilliant New Concept Of Cabin Story. Review of “The Cabin In The Woods”

Joss Whedon sepertinya semakin menjadi terkenal di kancah layar lebar. Pastinya kita tahu di era 1990-an, serial “Buffy, The Vampire Slayer” yang sukses meroketkan nama Sarah Michelle Gellar dan David Boreanaz, menjadi salah satu serial remaja horor yang diminati remaja pada saat otu. Nggak lupa juga spin-off serial itu berjudul “Angel” dengan David Boreanaz sebagai vampir baik hati, Angel, juga lumayan sukses diminati remaja cewek khususnya. Masih nggak bisa dihilangkan di kepala kita, sineas ini mengarahkan para superhero Marvel lewat film “The Avengers” yang luar biasa BAGUS. Tapi, kita juga nggak bisa melewatkan karyanya satu ini “The Cabin In The Woods” yang seharusnya sudah dirilis sebulan sebelum “The Avengers” (seharusnya untuk rilisan 2011, dan juga telat masuk Indonesia). Horor mungkin memang menjadi genre tetapnya Joss Whedon, kali ini dia menggandeng Drew Goddard sebagai sutradara yang merupakan penulis film “Cloverfield” yang sukses. Walaupun tema sebuah gubuk di tengah hutan sudah sering diangkat, kali ini mereka mengangkat cerita yang jauh lebih fresh.

Sekelompok anak muda sedang merencanakan liburan di hutan, karena salah satu sepupu dari teman mereka membeli sebuah gubuk yang berada di tengah hutan. Awalnya perjalanan mereka lancar-lancar saja, walaupun rute mereka nggak terlihat di GPS. Sesampainya di gubuk itu, mereka menemukan banyak kejanggalan, mulai dari kaca pengintai yang ada di salah satu kamar tidur. Sampai barang-barang antik yang aneh peninggalan masa lalu. Gangguan horor mereka alami yang membuat satu persatu dari mereka harus menyelamatkan diri. Sampai suatu saat, ada maksud tertentu dari kejadian yang mereka alami, dan itu berasal dari bawah tanah.

Okay, here’s the review. Saya boleh mengatakan premise yang mungkin membuat orang yang malas menontonnya, harus membuang jauh-jauh pikiran horor mainstream tentang gubuk yang ada di tengah hutan: penuh dengan adegan vulgar dan biasanya ada satu makhluk yang suka membunuh. Okay, mungkin memang ada unsur vulgar, tapi itu bukan yang jadi jualan film ini. Cerita mengalir sungguh membuat kita terus penasaran dan bertanya-tanya, siapakah dalang dari kejadian-kejadian yang mereka alami. Jajaran cast mungkin yang kita tahu hanyalah Chris Hemsworth dan Richard Jenkins (dan juga pemeran Ellen Ripley di saga “Alien” di akhir cerita), tapi mereka semua membangun chemistry yang bagus. Joss dan Drew berhasil menyatukan empat genre sekaligus lewat film ini yaitu horor, thriller, slasher, dan mitologi. Film ini bukan tipikal film kelas B yang harus dilewatkan, sepertinya kalian harus segera melihat film ini kalau sudah tayang reguler di perbioskopan Indonesia. Ending cerita mungkin kurang greget karena hanya selesai begitu saja, kekuatannya terletak di flow cerita yang sukses membuat kita nggak akan keluar bioskop sampai film itu selesai. Saya nggak akan cerita banyak soal ceritanya, karena ada twist menarik kenapa sekelompok remaja itu harus menghadapi ajal satu per satu.

Overall, cerdas adalah satu kata untuk film ini. Tema gubuk yang lain dari biasanya dengan penggabungan multiple genre yang sempurna. Oh…jangan lupakan akting sempurna Jodelle Ferland sebagai zombie, Saya sampai nggak menyangka itu adalah aktris yang pernah mendukung film “Silent Hill” itu. WORTH TO WATCH!!!

The Sci-Fi With A Lot Of Fancy CGI. Review of “Total Recall”

Tahun 1990, sineas Paul Verhooven berhasil memikat pecinta cult sci-fi dengan film “Total Recall” yang diangkat dari cerpen karya Phillip K. Dick berjudul “We Can Remember It For You Wholesale“. Dengan memasang bintang Arnold Schwarzenegger dan Sharon Stone, film ini sampai sekarang masih tertanam di otak generasi 90’s karena setting planet Mars dan juga wanita berpayudara tiga. Sutradara Len Wiseman yang terkenal dengan film suksesnya “Underworld”, membuat ulang film ini dengan memakai dasar cerita dari cerpen Phillip K. Dick itu, tapi mengubah setting semuanya di bumi, which is setting-nya sangat futuristik. Oh wait, Len Wiseman bilang, ini bukan remake tapi berdasarkan cerita pendek yang tersohor itu. Is it?

Bumi masa depan, banyak benua yang sudah nggak bisa ditempati karena zat kimia yang bisa membahayakan manusia. Sejak saat itu, bumi dipecah menjadi dua bagian yaitu The United Federation Of Britain dan The Colony yang ada di benua Australia, dan satu-satunya perjalanan ke dua tempat itu menggunakan The Fall yang menembus inti bumi. Koloni mempunyai banyak tenaga kerja yang bekerja di Britain, salah satu pekerja itu adalah Douglas Quaid (Colin Farrell), yang bekerja sebagai buruh pabrik. Dia mempunyai hidup yang sederhana dengan istrinya yang cantik, Lori (Kate Beckinsale). Saat itu juga, terjadilah pemberontakan dari rakyat koloni yang dipimpin oleh Matthias (Bill Nighy) karena Koloni terancam ‘dibersihkan’. Douglas tertarik untuk mencoba jasa Rekall yang bisa membuat wisata pikiran supaya bisa menjadi apa yang dia inginkan. Dia ingin mencoba Rekall karena ingin mengetahui mimpi buruk yang sering dialaminya, karena semuanya tampak nyata. Ternyata, pikiran dia sudah dimanipulasi dan dibersihkan. Bersama dengan cewek yang ada di mimpinya, Melina (Jessica Biel), dia mencari tahu siapa dia sebenarnya.

Okay, here’s the review. Ini adalah remake? No, Len Wiseman memang berpendapat benar. This is complete different than Paul Verhooven’s version. Lalu dimana letak kesamaan versi awal sama remake-nya? Yang jelas nama-nama karakternya yang membuat sama, dan juga judul film ini tentunya. Kesalahan besar (tapi sedikit berhasil) yang dilakukan Len Wiseman adalah merubah setting Mars dan Bumi menjadi semuanya di Bumi, karena di cerita pendek aslinya justru versi Paul Verhooven yang setia dengan cerita aslinya. Kalau dilihat dari jalan ceritanya, sedikit membosankan untuk diikuti karena kurang menunjukkan aksi yang kuat di pertengahan film, baru di hampir bagian akhir film adegan spektakuler dimunculkan dengan sempurna. Kekuatan film ini yang bisa membuat kita kagum ada dua, yaitu CGI yang WAH dan juga akting Kate Beckinsale yang super jahat, bahkan lebih berhasil daripada Sharon Stone. Jessica Biel masih kurang cocok sebagai bad-ass chic, justru cenderung sebagai cewek yang ditinggal pacarnya lalu ditindas. Sedangkan aktor utamanya, Colin Farrell, well sudah bagus memerankan Douglas Quaid versi baru. Nuansa setting memang bagus dan kita juga akan kagum dengan detail yang dibuat Len Wiseman untuk menciptakan bumi futuristik.

Overall, Seru dan tetap menghibur karena dimanjakan oleh efek CGI dan setting futuristik yang detail. Hanya saja, masih kurang kuat bahkan bisa juga dilupakan begitu saja untuk pecinta sci-fi. Jika ditanya, apakah tahu film “Total Recall“, mungkin sebagian besar menjawab: “yeah we know, that sci-fi cult starred by Schwarzenegger, right?